Contoh Karya Tulis

Situs ini didedikasikan untuk mengakomodir opini penulis tentang karya tulis:

Karya tulis adalah segala hasil karya manusia yang berwujud tulisan. Sehingga meskipun sama-sama hasil karya, karya manusia seperti musik, video, televisi, pesawat, handphone, tidak termasuk ke dalam karya tulis. Namun hasil penelitian yang digunakan untuk menemukan teknologi pesawat, tentu bisa dikategorikan sebagai sebuah karya tulis.
Secara umum, kita bisa membedakan karya tulis berdasarkan sifatnya menjadi karya tulis yang fiksi dan karya tulis yang bersifat ilmiah.
Karya tulis yang bersifat fiksi merupakan hasil karya manusia yang berasal dari imajinasi, emosi dan kondisi kejiwaan manusia. Karya tulis yang bersifat fiksi ini bisa berupa prosa atau bisa juga berwujud puisi.
Sedangkan karya tulis yang bersifat ilmiah adalah karya tulis yang lahir dari olah pikir manusia dan berdasarkan pada fakta. Kita bisa memasukkan skripsi, laporan penelitian, opini, dan artikel ke dalam kategori karya tulis yang bersifat ilmiah.
Skripsi dan laporan penelitian adalah contoh karya tulis ilmiah yang memerlukan metode dalam penyusunannya. Metode tersebut bisa diawali dengan pengumpulan data, analisis, dan pengambilan kesimpulan.
Pengumpulan data dalam laporan penelitian bisa dilakukan dengan berbagai metode. Contohnya antara lain; eksperimen, studi pustaka, dan kuesioner.
Eksperimen biasanya dilakukan untuk penelitian yang membutuhkan data berupa angka-angka. Sebuah eksperimen membutuhkan suatu kondisi yang terkendali untuk mendapatkan data yang akurat. Itulah sebabnya mengapa sebuah eksperimen biasa dilakukan di laboratorium.
Lain lagi dengan studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk penelitian-penelitian yang objek yang diteliti tidak bisa atau sulit didatangkan. Entah itu karena kendala biaya, atau karena suatu kemustahilan. Misalnya penelitian seorang anak SMA tentang budaya tertentu masyarakata Perancis. Tentu akan membutuhkan biaya yang sangat tinggi dan bisa saja tidak relevan secara finansial. Sehingga studi pustaka adalah jalan keluarnya. Yakni dengan meneliti berbagai makalah atau laporan penelitian lain yang berhubungan dengan hal tersebut yang akhirnya akan menunjang penelitian yang dimaksud. Sebuah visi yang tajam dibutuhkan disini. Karena jika tidak, seorang peneliti bisa terjebak dalam pembajakan atau plagiarisme.
Sedangkan kendala ketidakmungkinan yang disinggung dalam kendala laporan penelitian diatas misalnya adalah kendala waktu. Misalnya penelitian yang berhubungan dengan detik-detik proklamasi.
Tentu kita tidak bisa mengulangi kejadian tersebut untuk mendapatkan data kita. Sehingga hal yang paling mungkin adalah mempelajari tulisan-tulisan atau data-data yang sudah ada sebelumnya. Entah itu surat kabar yang pernah terbit pada masa itu, catatan-catatan kenegaraan, atau bahkan jurnal-jurnal wartawan yang diterbitkan pada masa tersebut.
Metode yang berikutnya, yakni kuesioner biasanya dilakukan untuk penelitian yang bersifat sosial.
Karya tulis ilmiah yang lain, yakni opini dan artikel memiliki karakteristik yang lain lagi. Opini biasanya ditulis karena adanya ironisme. Yakni ketidaksesuaian antara harapan dengan keinginan. Kasus Prita misalnya, bisa menjadi topik yang sangat hangat untuk diulas menjadi sebuah karya tulis.
Sedangkan artikel, banyak orang mempermudah pendefinisiannya menjadi sebuah tulisan ilmiah yang mempunyai ciri 5 W 1 H.
Apa itu 5 W 1 H?
5 W 1 H adalah kependekan dari; What, Where, When, Who, Why, dan How
atau dalam bahasa Indonesia menjadi; Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Kenapa, dan Bagaimana.
Tulisan-tulisan di surat kabar bisa dikategorikan kedalam karya tulis ilmiah yang berupa artikel. Karena tulisan-tulisan di surat kabar, semisal gempa di padang, operasi pasar oleh bulog dan lain-lain biasanya menyertakan;
Apa yang terjadi:
  • Gempa sumbar; Gempa
  • Operasi pasar; Operasi Pasar

Dimana kejadiannya:
  • Gempa sumbar; Di sumatera barat
  • Dimana kejadiannya: Di pasar daerah tertentu

Kapan kejadiannya
  • Gempa sumbar; Tanggal sekian
  • Dimana kejadiannya: Tanggal sekian

Siapa (siapa yang terkena, siapa pelakunya)
  • Gempa sumbar; Para penduduk di sumatera barat
  • Dimana kejadiannya: Bulog

Kenapa dilakukan atau kenapa terjadi
  • Gempa sumbar; Karena pergeseran lempeng tektonik
  • Dimana kejadiannya: karena kelangkaan atau naiknya harga beras

Bagaimana kejadiannya
  • Gempa sumbar; begini-begitu
  • Dimana kejadiannya: begini-begitu

Contoh Karya Tulis di SMA

Contoh karya tulis yang sering kita temukan di SMA dapat dibagi menjadi karya tulis fiksi dan karya tulis nonfiksi. Karya tulis fiksi mungkin sudah ditemui sebelum siswa berada pada jenjang SMA. Mengarang bebas misalnya, merupakan contoh karya tulis yang sering menggunakan imajinasi siswa sehingga dapat dikategorikan sebagai karya tulis fiksi. Dan karya tulis jenis ini masih sering ditemui oleh para siswa di SMA.
Namun begitu, siswa SMA tentu bukanlah siswa yang merupakan anak kecil. Beberapa SMA mulai memperkenalkan karya tulis jenis baru yang di sebut sebagai karya tulis ilmiah.
Berbeda dengan karya tulis fiksi, karya tulis ilmiah kadang terkesan lebih kaku karena memerlukan sebuah sistematika yang tidak boleh di abaikan.
Dalam karya tulis fiksi, misalnya novel, kita bisa menemukan sebuah cerita yang tiba tiba berada di tengah suatu waktu, kemudian kembali kebelakang, dan baru maju.
Dalam karya tulis ilmiah, hal seperti ini tidak diperbolehkan. Penulisan harus dibuat dengan teratur dan sistematis.
Pada artikel lain, penulis ingin melanjutkan pembahasan lebih mendalam mengenai hal contoh karya tulis SMA. Sehingga dapat digunakan sebagai wacana bagi para pelajar dalam menulis karya tulis di SMA.

Daftar Pustaka



Daftar pustaka adalah semacam rujukan seorang penulis dalam menyusun karyanya. Daftar pustaka dapat kita temukan di makalah, laporan penelitian, skripsi maupun essay. Daftar pustaka penting perananya dalam sebuah karya tulis. Sebuah karya tulis besar yang tidak memiliki daftar pustaka bisa saja diragukan kebenarannya.
Daftar pustaka juga penting dicantumkan dalam sebuah karya tulis antara lain karena beberapa alasan berikut ini. Pembaca yang tertarik dengan topik yang kita bahas di karya tulis kita, tentunya akan lebih mudah dalam meng-cross check karya tulis kita jika kita mencantumkan daftar pustaka. Dengan mencantumkan daftar pustaka, kita sebagai penulis karya tulis juga sudah membantu para pembaca kita untuk mencari informasi lainnya yang berkaitan dengan tulisan kita.
Seiring dengan kemajuan teknologi, sebuah daftar pustaka tidak melulu berisi sumber-sumber yang bentuknya buku. Hal ini karena sumber-sumber ilmu pengetahuan dan referensi dapat kita temukan dalam bentuk data digital semisal CD dan kaset.
Sebuah halaman atau situs di internet juga tidak boleh diabaikan untuk dicantumkan dalam sebuah daftar pustaka jika ini merupakan sebuah sumber yang berkualitas. Termasuk kategori penting untuk dicantumkan dalam daftar pustaka adalah ceramah atau pidato seorang narasumber yang berkompeten dalam bidangnya.

Contoh Daftar Pustaka



Contoh daftar pustaka mungkin sudah pernah kita temukan ketika kita mulai belajar pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah. Sebagai pelajar, contoh daftar pustaka biasanya diberikan oleh guru Bahasa Indonesia sebagai sebuah tugas atau dalam sebuah ulangan. Dan pada tahap ini, mungkin kita tidak begitu tahu akan pentingnya sebuah contoh daftar pustaka.
Baru ketika kita mendapat tugas untuk menulis sebuah karya tulis kita akan sadar betapa pentingnya sebuah pengetahuan akan daftar pustaka dan contoh-contoh daftar pustaka.
Daftar pustaka memiliki sistematika tertentu yang menjadi patron. Contohnya di bagian atas sebuah lembar daftar pustaka harus tertulis dengan jelas kata "Daftar Pustaka". Ini agar pembaca sekalian bisa langsung mengenalinya ketika ingin mencari halaman daftar pustaka bagi bacaan lanjut mereka. Sama seperti jika kita mencari daftar isi, maka di bagian atas daftar isi juga harus ditulis demikian.
Contoh Daftar Pustaka dapat kita temukan di halaman-halaman akhir sebuah karya tulis. Ini bermanfaat bagi pembaca, karena di bagian depan sebuah karya tulis baik itu makalah, laporan penelitian, maupun buku biasanya sudah di isi dengan daftar isi.
Aturan penulisan daftar pustaka lainnya antara lain di bagian dituliskan dengan nama pengarang yang dibalik letak nama belakang dengan nama depannya.
Bagian selanjutnya adalah tahun dibuatnya tulisan yang kita ambil sebagai referensi. Dilanjutkan dengan judul karya tulis atau buku. Dan diakhiri dengan nama penerbit.
Lebih jelasnya, contoh daftar pustaka lainnya dapat anda download di sini:


Demikian ulasan penulis tentang contoh daftar pustaka. Apabila anda memiliki pertanyaan tentang contoh daftar pustaka anda bisa menggunakan fasilitas comment di bagian bawah ini. Semoga contoh daftar pustaka diatas dapat membantu anda dalam menyusun sebuah daftar pustaka.